Description
- Penulis : Mostien Adi Puji P.M., S.P., M.A.P., Dr. Wahyu Khafidah, MA., Nur Isyanto, M.Pd
- ISBN :
- Copyright © September 2026
- Ukuran: 15.5 x 23 cm
- Hal: 293
- Soft Cover
- Book Paper
- Sinopsis:Era Society 5.0 menghadirkan perubahan yang tidak hanya bersifat teknologis, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, organisasi, ekonomi, budaya, dan kemanusiaan. Teknologi semakin terintegrasi dengan kehidupan manusia, sementara lembaga pendidikan dituntut untuk mampu merespons perubahan tersebut secara adaptif dan strategis. Dalam konteks ini, transformasi manajemen pendidikan tidak cukup dipahami sebagai proses digitalisasi administrasi atau penggunaan berbagai aplikasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Transformasi tersebut mencakup perubahan cara lembaga pendidikan merencanakan program, mengelola sumber daya manusia, mengambil keputusan, mengembangkan budaya organisasi, mengelola data, memberikan layanan, serta menjamin mutu pendidikan secara berkelanjutan. Perkembangan artificial intelligence, Internet of Things, cloud computing, big data, learning analytics, dan berbagai teknologi digital lainnya telah membuka peluang baru bagi lembaga pendidikan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengelolaan. Data yang sebelumnya hanya menjadi arsip administratif dapat dikembangkan menjadi sumber informasi strategis. Sistem informasi dapat membantu mengintegrasikan berbagai proses organisasi. Artificial intelligence dapat digunakan untuk mendukung analisis dan otomatisasi pekerjaan tertentu. Learning analytics dapat memberikan informasi mengenai pola pembelajaran, sedangkan teknologi digital dapat memperluas akses terhadap layanan pendidikan. Namun, setiap kemajuan teknologi juga membawa konsekuensi yang membutuhkan perhatian serius terhadap etika, privasi, keamanan data, kesenjangan digital, integritas akademik, dan tanggung jawab manusia. Atas dasar tersebut, buku ini tidak menempatkan teknologi sebagai tujuan akhir dalam manajemen pendidikan. Teknologi dipandang sebagai instrumen yang perlu diarahkan untuk memperkuat tujuan pendidikan dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Perspektif human-centered menjadi penting agar transformasi digital tidak hanya menghasilkan organisasi pendidikan yang lebih cepat dan efisien, tetapi juga lebih inklusif, responsif, transparan, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Pembahasan dalam buku ini mencakup berbagai aspek penting transformasi manajemen pendidikan. Dimulai dari landasan dan konsep dasar manajemen pendidikan, buku ini kemudian menguraikan perencanaan strategis, pengorganisasian, kepemimpinan pendidikan, manajemen sumber daya manusia, transformasi digital, sistem informasi manajemen pendidikan, artificial intelligence, big data, dan learning analytics. Pembahasan juga diarahkan pada bagaimana teknologi dapat diintegrasikan dengan proses pengambilan keputusan, pengembangan budaya organisasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta sistem penjaminan mutu pendidikan.
Perubahan lingkungan pendidikan juga menuntut perubahan pada karakter kepemimpinan. Pemimpin pendidikan tidak lagi hanya berperan sebagai administrator, tetapi juga sebagai pengarah perubahan, pengelola inovasi, pembangun budaya organisasi, pengambil keputusan berbasis data, dan pengembang kapasitas sumber daya manusia. Kepemimpinan di era Society 5.0 membutuhkan kemampuan untuk memahami perkembangan teknologi sekaligus mempertahankan dimensi kemanusiaan dalam setiap keputusan. Pemimpin perlu mampu menjembatani kebutuhan inovasi dengan nilai, etika, keberlanjutan, dan kepentingan seluruh warga pendidikan. Demikian pula dengan manajemen sumber daya manusia pendidikan. Transformasi digital menuntut pendidik dan tenaga kependidikan memiliki kompetensi yang terus berkembang. Literasi digital, literasi data, literasi AI, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting dari kompetensi profesional. Oleh sebab itu, pengembangan sumber daya manusia tidak dapat berhenti pada kegiatan pelatihan sesaat, tetapi perlu menjadi proses pembelajaran organisasi yang berlangsung secara berkelanjutan. Pengelolaan data juga menjadi bagian penting dalam transformasi manajemen pendidikan. Institusi pendidikan menghasilkan data dalam jumlah besar melalui aktivitas akademik, administrasi, penelitian, keuangan, layanan mahasiswa, dan berbagai interaksi digital. Data tersebut dapat menjadi sumber pengetahuan untuk mendukung perencanaan dan evaluasi apabila dikelola dengan prinsip kualitas, keamanan, privasi, transparansi, dan akuntabilitas. Dalam konteks ini, kemampuan membaca dan menafsirkan data menjadi kompetensi penting bagi pengelola pendidikan. Keputusan berbasis data tidak berarti menyerahkan seluruh keputusan kepada algoritma, tetapi menggunakan data sebagai salah satu dasar pertimbangan yang dipadukan dengan pengalaman profesional, konteks, nilai, dan pertimbangan kemanusiaan. Kehadiran artificial intelligence semakin memperluas ruang transformasi tersebut. AI dapat membantu mengotomatisasi pekerjaan administratif, menganalisis data, memberikan rekomendasi, mendukung layanan pendidikan, serta membantu penyusunan berbagai dokumen. Namun, teknologi tersebut juga menghadirkan persoalan baru mengenai bias algoritmik, privasi, keamanan, akurasi informasi, hak cipta, dan integritas akademik. Oleh karena itu, literasi AI dan tata kelola AI perlu dikembangkan secara bersamaan dengan pemanfaatan teknologinya. Institusi pendidikan perlu memastikan bahwa AI digunakan secara bertanggung jawab dan tetap menempatkan manusia sebagai pihak yang memiliki tanggung jawab terhadap keputusan. Buku ini juga berpijak pada pemahaman bahwa transformasi pendidikan merupakan proses yang berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan. Tidak semua institusi memiliki tingkat kesiapan teknologi, sumber daya manusia, infrastruktur, dan kapasitas organisasi yang sama. Oleh karena itu, strategi transformasi perlu disesuaikan dengan konteks masing-masing lembaga. Digitalisasi yang berhasil bukan semata-mata ditandai oleh banyaknya perangkat atau aplikasi yang digunakan, tetapi oleh sejauh mana teknologi mampu menyelesaikan persoalan nyata, meningkatkan kualitas layanan, memperkuat proses pembelajaran, mendukung pengambilan keputusan, dan menghasilkan perbaikan institusional.

Reviews
There are no reviews yet.