MULTIMODAL DISCOURSE ANALYSIS Teori, Metodologi, dan Aplikasi dalam Analisis Wacana Kontemporer

Category:
Description

Description

  • Penulis : Dr. Dewi Sari Wahyuni, S.S., M. Pd., Dr. Muh. Safar, S.Pd.. M.Pd., C. Ed., Dr. Mas’ud Muhammadiah, M.Si.
  • ISBN :
  • Copyright © Oktober 2026
  • Ukuran: 15.5 x 23 cm
  • Hal: 205
  • Soft Cover
  • Book Paper
  • Sinopsis:Buku ini disusun sebagai bagian dari upaya untuk memperluas pemahaman mengenai analisis wacana di tengah perubahan lanskap komunikasi yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia memproduksi, menyampaikan, mengonsumsi, dan memaknai pesan. Wacana tidak lagi hadir semata-mata melalui bahasa verbal dalam bentuk tulisan atau tuturan, tetapi melalui perpaduan berbagai moda seperti gambar, warna, tipografi, tata letak, suara, musik, gestur, ekspresi, video, animasi, dan berbagai elemen visual maupun audial lainnya. Perubahan tersebut menghadirkan kebutuhan akan pendekatan analitis yang mampu memahami bagaimana berbagai moda bekerja secara bersama-sama dalam membentuk makna. Sebuah iklan digital, misalnya, tidak dapat dipahami secara memadai hanya dengan membaca teks yang tertulis di dalamnya. Makna juga dibangun melalui pemilihan gambar, komposisi visual, warna, ukuran huruf, musik, ekspresi tokoh, gerakan kamera, hingga konteks platform tempat pesan tersebut disebarluaskan. Demikian pula konten media sosial, video kampanye, berita daring, film, meme, infografik, dan berbagai bentuk komunikasi digital lainnya merupakan praktik multimodal yang membutuhkan perangkat konseptual dan metodologis yang lebih luas.

    Buku ini berangkat dari pemahaman bahwa analisis multimodal tidak cukup dilakukan dengan mendeskripsikan unsur visual atau menginventarisasi berbagai moda yang terdapat dalam suatu teks. Penelitian multimodal perlu menjelaskan bagaimana moda-moda tersebut saling berinteraksi, bagaimana makna dibentuk melalui hubungan antarelemen, serta bagaimana praktik semiotik tersebut berkaitan dengan konteks sosial dan budaya yang lebih luas. Oleh karena itu, buku ini berusaha mempertemukan dimensi teoritis, metodologis, dan aplikatif agar pembaca tidak hanya memahami konsep multimodality, tetapi juga mampu menggunakannya dalam penelitian.

    Secara konseptual, pembahasan dalam buku ini memperkenalkan berbagai pemikiran penting dalam studi multimodalitas dan analisis wacana. Pembaca diajak memahami perkembangan kajian dari semiotika sosial, social semiotics, multimodal social semiotics, hingga berbagai pendekatan analisis wacana yang dapat digunakan untuk membaca hubungan antara bahasa, visualitas, teknologi, dan konteks sosial. Pemikiran para sarjana seperti Kress, van Leeuwen, Jewitt, O’Halloran, Machin, dan sejumlah akademisi lainnya menjadi bagian penting dalam membangun fondasi teoritis buku ini. Dimensi metodologis menjadi perhatian utama karena salah satu tantangan dalam penelitian multimodal adalah bagaimana menerjemahkan konsep teoretis menjadi prosedur analisis yang sistematis. Peneliti perlu menentukan unit analisis, mengidentifikasi moda yang relevan, mendeskripsikan sumber daya semiotik, menganalisis hubungan antarmoda, serta menginterpretasikan makna dalam konteks sosial. Karena itu, buku ini tidak hanya membahas “apa itu” analisis multimodal, tetapi juga berusaha menjawab pertanyaan “bagaimana melakukan” analisis multimodal secara akademik dan dapat dipertanggungjawabkan.

    Perkembangan teknologi digital semakin memperluas wilayah kajian multimodal. Platform media sosial, short-form video, live streaming, digital storytelling, podcast, meme, user-generated content, hingga konten berbasis kecerdasan buatan menghasilkan bentuk-bentuk wacana yang semakin kompleks. Pengguna tidak lagi hanya menjadi konsumen pesan, tetapi juga menjadi produsen dan distributor wacana. Dalam lingkungan tersebut, kemampuan membaca teks secara kritis perlu diperluas menjadi kemampuan membaca konfigurasi multimodal yang membentuk realitas sosial dan budaya. Buku ini juga menempatkan multimodalitas dalam kaitannya dengan persoalan kekuasaan, ideologi, identitas, dan representasi. Pilihan terhadap gambar tertentu, penggunaan warna, sudut kamera, ekspresi tokoh, desain visual, musik, maupun bahasa bukanlah pilihan yang selalu netral. Pilihan tersebut dapat merepresentasikan kelompok sosial tertentu, membangun citra mengenai suatu realitas, memperkuat atau menantang stereotip, serta membentuk posisi tertentu terhadap suatu isu. Dengan demikian, analisis multimodal memiliki relevansi penting bagi kajian media, komunikasi politik, pemasaran, pendidikan, budaya populer, jurnalisme, agama, gender, identitas, dan berbagai bidang sosial lainnya.

     

     

Reviews (0)

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “MULTIMODAL DISCOURSE ANALYSIS Teori, Metodologi, dan Aplikasi dalam Analisis Wacana Kontemporer”

Your email address will not be published. Required fields are marked *